Tuduhaké menu pokok

Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia sing terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi iki beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan lan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi iki kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam lan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena dadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Sumatera Selatan
—  Propinsi  —
Dari kanan atas searah jarum jam: Jembatan Ampera, Masjid Agung Palembang, Stadion Gelora Sriwijaya, Pempek Pelembang, Monumen Air Mancur, Hotel Arya Duta Kota Palembang
Bendera Sumatera Selatan
Bendera
Lambang Sumatera Selatan
Lambang
Motto: "Bersatu Teguh"
Peta lokasi Sumatera Selatan
Negara  Indonesia
Ibu kota Palembang
Koordinat 5º 10' - 1º 20' LS
101º 40' - 106º 30' BT
Luas
 • Total 87.017.41 km2 (33,597.61 sq mi)
Populasi
 • Total 10,675,862 (tahun 2.015)
 • Kepadatan 100/km2 (300/sq mi)
Demografi
 - Suku bangsa Melayu (34,37%), Jawa (27,01%), Komering (5,68%), Sunda (2,45%), Tionghoa (1,1%), Minangkabau (0,94%), Lain-lain (28,45%) [1]
 - Agama Islam (96%), Kristen (1,7%), Buddha (1,8%), Lain-lain (0,5%)[2]
Zona waktu WIB
Kecamatan 212
Desa/kelurahan 3.081
Lagu daerah Dek Sangke
Situs web www.sumselprov.go.id

Di samping itu, provinsi iki banyak memiliki tujuan wisata sing menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam lan lain-lain. Karena sejak dahulu telah dadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi iki sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pinlang patin, pinlang tulang, sambal jokjok, berengkes lan tempoyak.

SejarahBesut

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad sing lalu dikenal juga karo sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah iki merupakan pusat kerajaan Sriwijaya sing uga terkenal karo kerajaan maritim terbesar lan terkuat di Nusantara. Gaung lan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.

Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah iki berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah iki pernah dadi daerah tak bertuan lan bersarangnya bajak laut sekang Mancanegara sekang negeri China.

Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang sing berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya uga dadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Miturut Prasasti Kedukan Bukit sing ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman sing jenenge Sriwijaya itu didirikan tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal iku dadi dina dadine Kota Palembang sing diperingati setiap tahunne.

GeografiBesut

Provinsi Sumatera Selatan secara geografis terletak antara 1 derajat sampai 4 derajat Lintang Selatan lan 102 derajat sampai 106 derajat Bujur Timur dengan luas daerah seluruhnya 87.017.41 km².

Batas batas wilayah Provinsi Sumatera Selatan sebagai berikut : sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Secara topografi, wilayah Provinsi Sumatera Selatan di pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa lan payau sing dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase lan kayu rawa (bakau). Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah sing luas. Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukti barisan sing membelah Sumatera Selatan lan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 - 1.200 meter dari permukaan laut. Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) lan Gunung Bengkuk (2.125m). Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatera Selatan mempunyai beberapa sungai besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan lan Sungai Banyuasin. Sungai sing bermata air dari Bukit Barisan lan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, selangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit lan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara admikistratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 13 (tigabelas) Pemerintah Kabupaten lan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan palembang sebagai ibukota provinsi. Pemerintah Kabupaten lan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan lan Desa / Kelurahan, Provinsi Sumatera Selatan memiliki 13 Kabupaten, 4 Kotamadya, 212 Kecamatan, 354 Kelurahan, 2.589 Desa. Kabupaten Ogan Komering Ilir dadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 Ha, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 Ha.

Berdasarkan harga berlaku dengan migas, terdapat empat sektor sing memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada tahun 2010, empat sektor sing memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, diikuti oleh sektor pertambangan lan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, Hotel lan Restoran. Pada Tahun 2010 kontribusi masing-masing sektor diatas secara berurutan adalah 23,67%, 21,62%, 16,85%, 12,70%.

Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Provinsi Sumatera Selatan memiliki berbagai sarana lan prasarana penunjang diantaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II sing terdapat di Kota Palembang, Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim, Bandara Banding Agung sing terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang sing terketak di Kota Palembang juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.[3]

IklimBesut

Cithakan:Expand section

  1. Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 11 September 2003. 
  2. Sensus Penduduk 2010 Provinsi Sumatera Selatan Menurut Agama Yang dianut sp2010.bps.go.id
  3. Sumatera Selatan Dalam Angka 2010